Minggu, 23 Agustus 2009

PUASA NGGAK YA.....

" Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaiman diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertakwa " (QS Al Baqarah 183)
bertakwa atau takut kepada Allah swt adalah perilaku dan aktifitas tubuh dan jiwa, dan gambaran takwa yang benar tercermin dalam perilaku orang yang sedang berpuasa. inilah gambaran yang diberikan oleh Allah swt dan seorang mukmin diperkenankan memasuki ruang dimensi tauhid ketika ia dalam kondisi berpuasa (syar'i maupun hakiki).
untuk masuk dalam dimensi tauhid bercermin dari aura puasa adalah kesederhanaan, ini adalah prinsip/langkah awal seorang mukmin untuk memasuki dimensi tauhid, karena hampir semua yang menjadi kebutuhan dan kesenangan jasmani dibatasi dan dijaga agar tetap sesuai dengan porsi keseimbangan tauhid. terjaganya kebutuhan jasmani sesuai dengan ukuran tauhid menyebabkan kebutuhan ruhani mendesak keluar untuk dipenuhi sehingga ia rindu untuk berbicara dengan Allah melalui alqur'an dan ketika kerinduan ini semakin menggelegak maka ia berbisik-bisik dengan bertasbih dan berdzikir kepadaNya, ketika kerinduan inipun belum bisa memuaskannya kerinduannya pun semakin memuncak ia membelai dan menyentuh allah dengan menyentuh  fakir miskin dan memberikan sebagian miliknya kepadanya.
tubuh jasmaninya pun mengalami perubahan yang aneh, setiap detik terasa hembusan nafasnya keluar masuk hidungnya dan aroma yang dicium adalah harumnya aroma allah, terasa sekali ia sedang berjalan dengan allah yang keindahanya melebihi seorang kekasih yang paling dicintainya.
setiap detik terasa aliran darahnya berjalan lambat tidak seperti biasanya yang berjalan cepat dan tergesa-gesa  karena dituntut nafsu, tapi kali ini benar-benar berjalan lambat menapak jalan Allah dengan pasti karena semua kebutuhan dan keinginannya telah disandarkan kepada Allah swt yang lebih tahu akan kebaikan untuk dirinya.
setiap detik terdengar sangat jelas detak jantungya seirama dengan jarum jam yang senantiasa berjalan tanpa henti apapaun yang terjadi tidak bisa dipercepat atau diperlambat karena dapat merusak semua informasi, begitulah jiwa yang tetap mutmainah (tenang) menghadapi segala kondisi, kemarahan, dendam, tidak mampu memompa jantung bekerja extra cepat karena jiwanya telah tertata dan terprogram dengan baik, karena kemarahan dan dendam bukan sesuatu yang bermanfaat bagi informasi jiwanya.
yang kedua adalah kesadaran, kesadaran adalah pengetahuan, mengetahui dan menyadari diri sendiri begitu rapuh dan lemah tanpa asupan tubuh yang cukup, kecantikan dan ketampanan wajah menjadi pucat pasi dan tenaga yang begitu besar menjadi lemah, inilah yang menyadarkan betapa kecantikan dan kekuatan allah swt sebenarnya diatas segala-galanya, kesadaran inilah yang menimbulkan cinta.
puasa merupakan jalan paling mudah untuk menemukan jatidiri, ia yang kemudian membuka tabir dalam jiwanya sehingga tampak kebenaran dan keindahan yang sebenarnya, bukan kebenaran egonya dan bukan keindahan harta yang dimilikinya, puasa telah membuka tabir sehingga semakin jelas kebenaran dan keindahan itu  terdindingi dengan keangkuhan akan perilaku benarnya, ketinggian ilmunya, banyaknya sedekah yang diberikan, dan banyaknya pahala yang dihitungya. puasa juga menatrilisir dan mengendapkan butir-butir jiwa dari kekeruhan karena seringnya kemaksiaatan dan ketaatan silih berganti dalam setiap detik tanpa henti menghiasi hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar